Rabu, 22 September 2010

Manusia Bertanduk

Seorang nenek berusia sekitar 100 tahun dari China menunjukkan keanehan ditubuhnya, tepatnya di kepala. Ia memiliki tanduk.

1diggdigg
Sebuah tanduk mencuat di kepalanya, seperti yang anda bisa lihat dalam potret disamping. Jadi apa kata fakta ilmiah mengenai hal ini? Ataukah ia mengandung suatu misteri mistik yang belum atau bahkan tidak dapat dijelaskan sains modern?
Beberapa teman skeptik menganggapnya omong kosong. Tapi bisa saja yang mengatakan omong kosong tersebut hanyalah pertanda kalau ia ignorance. Kita dapat mengakomodasi hal ini. Bagaimana kalau pertanyaannya diganti: Mungkinkah manusia menumbuhkan tanduk? Dengan cara ini, kita bisa menjelaskan, kalau seandainya berita tersebut benar.
Sebenarnya, kita bahkan tidak perlu jauh ke China. Seorang nelayan Indonesia, Dede, sang manusia pohon. Bahkan, Dede memiliki tanduk sedemikian banyak melebihi sang nenek hingga menutupi tubuhnya. Itu juga mengapa ia disebut manusia pohon atau lebih tepatnya, manusia akar. Zat yang menutupi tubuh Dede maupun muncul di jidat sang nenek tampaknya merupakan zat yang sama.
Seorang nenek dari China yang memiliki cornu cutaneum di dahi
Dalam dunia medis, ia disebut tanduk kutin (cutaneous horn). Dan ia sama sekali tidak misterius. Dunia sains bahkan punya jurnal ilmiahnya sendiri yang membahas masalah ini, Journal of Cutaneous Pathology. Yu RCH, Price DW, Macfarlane AW,dan  Stewart TW tahun 1991 bahkan telah melakukan penelitian pada 643 pasien tanduk kutin. Kasus Dede hanyalah kasus yang ekstrim, sementara kasus sang nenek adalah kasus yang unik. Tentunya tidak terlalu keren kalau sang tanduk tumbuh di jari atau di ketiak. Namanya bahkan tidak lagi tanduk bagi orang awam.

sumber :
faktailmiah.com

1 komentar:

BADUT'S mengatakan...

ASLI GAK TUH,,,?

Posting Komentar